Info CPNS Tenaga Kesehatan.

Para pegawai tidak tetap (PTT) mendesak pemerintah dan DPR merevisi Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sahabat pembaca Info Bidan PTT, sudah tahukah anda bahwa para pegawai tidak tetap (PTT) mendesak pemerintah dan DPR merevisi Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pasalnya, di UU ASN mengatur batasan maksimal usia 35 tahun untuk bisa diangkat menjadi CPNS.

Padahal, banyak PTT atau sukarelawan berusia lebih dari 35 tahun yang mengabdi bertahun-tahun di lingkup Pemkab Tulungagung, Jatim.

Ketua DPD Komite Nusantara Aparatur Sipil Negara (KN ASN) Tulungagung Yenri Sufianto mengatakan, beberapa kali telah menyampaikan aspirasi terkait ketentuan di UU ASN yang dianggap merugikan mereka.

Maka dari itu, mereka Bupati Tulungagung ikut mendorong dilakukannya revisi pasal yang mengatur batas usia menjadi CPNS tersebut.

“Ya, dukungan dari kepala daerah memang sangat penting untuk mendukung revisi tersebut demi keadilan. Itu karena banyak PTT di sini yang berusia lebih dari 35 tahun dan telah mengabdi lama,” katanya.

Dikatakan, PTT selama ini juga bekerja, sama seperti pegawai PNS lain. Namun, mereka hanya mendapatkan upah sedikit.

“Selanjutnya ini kami tetap akan terus mengawalnya. Bahkan, kami berencana menyiapkan strategi dan jika memungkinkan juga ada giat lagi ke pusat. Itu untuk memperjuangkan revisi UU ASN tersebut,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Tulungagung Syahri Mulyo mengaku telah memberikan sikap dukungan untuk revisi Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014.

Revisi UU ASN dianggap menjadi salah satu jalan untuk menyelesaikan permasalahan para PTT, mulai dari guru, perawat, bidan, dan lainnya.

Apalagi ditambah kondisi saat ini, banyak pegawai PNS yang pensiun sehingga keberadaannya sangat dibutuhkan. “Banyak poin yang direvisi. Salah poinnya, yakni usulan revisi untuk tidak ada batasan umur dalam pengangkatan PNS,” katanya

Dengan merevisi tidak adanya batasan usia, diharapkan mereka bisa mendapatkan peluang diangkat menjadi CPNS.

“Seperti kasus perekrutan bidan yang langsung dari pusat, kemarin. Banyak di antara mereka (bidan asal Tulungagung) yang tidak lolos, karena batasan usia,” katanya.

Berita ini bersumber dari JPNN.
Share:

Pemko Batam Rekrut Dokter, Bidan dan Perawat sebagai Tenaga Honor

Sahabat pembaca Info Bidan PTT, sudah tahukah anda bahwa ratusan pelamar yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, hingga akademisi mengikuti tes untuk bekerja sebagai tenaga honorer di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Batam di Lantai IV, Gedung Wali Kota Batam, Sabtu (16/9).

Kepala Dinas Kesehatan Didi Kusmarjadi mengatakan dari 970 pendaftar, lebih dari 400 yang mengundurkan diri. Tes yang diselenggarakan di tiga ruangan ini berlangsung dari pukul 09.00.

"Kelas pertama dibuka dengan tes mereka yang berprofesi sebagai dokter, perawat, dan akademisi. Terakhir dilanjut dengan bidan," kata Didi, Sabtu (16/9).

Tes tertulis berisikan 40 soal materi umum dan 40 soal keahlian. Mereka yang lulus akan melanjutkan tes psikotes sebelum akhirnya dinyatakan lulus dan bekerja sebagai tenaga honorer di puskesmas Rempangcate dan Kampungjabi.

Di luar ruangan terlihat ratusan pelamar tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti tes. Salah seorang pelamar Desi yang melamar sebagai bidan menuturkan sudah mempersiapkan diri termasuk belajar sebelum menjalani tes.

Dia berharap bisa lulus tes dengan baik dan bisa diterima menjadi salah seorang tenaga honorer di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Batam.

"Saya lamar bidan, semoga bisa diterima," ungkap perempuan 26 tahun ini.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin berharap seluruh pelamar bisa menyelesaikan seluruh tes dengan baik, dan bekerja sebagai tenaga medis yang mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Bekerjalah dengan baik, jangan bekerja setengah hati, karena ini menyangkut kepentingan orang banyak, "harapnya usai membuka tes wawancara.

Dari ratusan pelamar, jumlah tenaga medis yang akan diterima mencapai 64 orang. Mereka ditargetkan mulai bertugas awal bulan depan.

Berita ini bersumber dari JPNN.
Share:

Pesan Sponsor

Popular Posts